
Jakarta – Bagi sebagian orang, kopi menjadi minuman wajib sebelum memulai aktivitas. Namun, ada banyak pilihan lain yang bisa dikonsumsi pada pagi hari, terutama bagi mereka yang sedang berusaha mengatur berat badan.
Saat menjalani program penurunan berat badan, bukan hanya makanan yang perlu diperhatikan. Minuman juga dapat menyumbang cukup banyak kalori, terutama jika mengandung gula, sirup, krimer, atau topping tambahan.
Karena itu, memilih minuman yang rendah kalori dan tetap membantu memenuhi kebutuhan cairan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengatur pola makan. Dikutip dari Health Shots, berikut sejumlah minuman yang dapat dipertimbangkan:
1. Air lemon hangat
Segelas air dengan perasan lemon dapat menjadi pilihan sederhana untuk mengawali hari. Lemon menyediakan vitamin C, sedangkan air membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah tidur semalaman.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting selama menjalani diet. Rasa haus terkadang juga disalahartikan sebagai rasa lapar sehingga membuat seseorang makan atau ngemil lebih sering.
Meski begitu, air lemon bukan minuman ajaib yang secara langsung membakar lemak. Manfaat utamanya lebih berkaitan dengan hidrasi dan menjadi alternatif minuman manis yang kalorinya lebih tinggi.
2. Air kelapa
Air kelapa memiliki rasa alami yang menyegarkan sekaligus mengandung beberapa elektrolit, terutama kalium. Berdasarkan data USDA, sekitar 100 mililiter air kelapa mengandung kurang lebih 21 kalori dan 171 miligram kalium.
Kandungan kalorinya yang relatif rendah membuat air kelapa dapat menjadi alternatif minuman manis tertentu. Namun, tetap perhatikan porsinya karena air kelapa juga mengandung gula alami.
Minuman ini terutama cocok dikonsumsi ketika tubuh membutuhkan cairan, termasuk setelah melakukan aktivitas fisik. Pilih air kelapa tanpa tambahan gula agar kalorinya tidak meningkat.
3. Teh hijau
Teh hijau banyak dipilih oleh orang yang sedang mengatur berat badan karena mengandung kafein dan katekin, termasuk EGCG. Senyawa tersebut telah diteliti kaitannya dengan metabolisme dan oksidasi lemak.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa efek teh hijau terhadap pengeluaran energi dan berat badan cenderung kecil hingga sedang, sehingga tidak sebaiknya dianggap sebagai solusi tunggal untuk menurunkan berat badan.
Agar lebih sehat, teh hijau sebaiknya diminum tanpa tambahan gula. Minuman ini juga dapat menjadi pendamping sarapan yang praktis.
4. Susu kunyit
Susu kunyit atau turmeric milk dibuat dari susu yang dicampur kunyit. Bahan utamanya, kunyit, mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
Minuman ini dapat menjadi pilihan sarapan atau pendamping makanan, terutama jika dibuat dengan susu rendah lemak atau tanpa tambahan gula berlebihan.
Kandungan kurkumin memang sedang banyak diteliti terkait kesehatan metabolik, tetapi belum ada bukti kuat bahwa susu kunyit secara langsung menyebabkan penurunan berat badan. Perannya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan beragam.
5. Teh herbal
Bagi yang ingin mengurangi konsumsi kafein, teh herbal dapat menjadi alternatif. Pilihannya beragam, mulai dari peppermint, chamomile, jahe, hingga kayu manis.
Teh jahe dapat memberikan sensasi hangat dan pada sebagian orang membantu meredakan rasa tidak nyaman pada pencernaan. Sementara itu, peppermint sering dikonsumsi untuk memberikan rasa segar.
Teh herbal yang diminum tanpa gula juga memiliki keuntungan karena hampir tidak menambah kalori. Hal ini membuatnya lebih sesuai untuk mereka yang sedang mengatur asupan energi harian.
Pada akhirnya, tidak ada satu minuman yang secara instan membuat berat badan turun. Keberhasilan diet tetap lebih banyak ditentukan oleh pola makan secara keseluruhan, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan konsistensi.
Untuk pilihan yang lebih ramah diet, utamakan minuman tanpa atau rendah gula dan sesuaikan porsinya dengan kebutuhan tubuh.
