
Jakarta – Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan rutin berolahraga. Apa yang dikonsumsi setiap hari juga ikut menentukan kondisi sistem kardiovaskular dalam jangka panjang.
Beberapa makanan dan minuman yang terlihat biasa ternyata perlu dibatasi jika dikonsumsi terlalu sering. Mulai dari makanan cepat saji hingga minuman beralkohol, pilihan tersebut dapat memberikan dampak kurang baik terhadap tubuh apabila menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Penyakit jantung sendiri masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Kondisinya mencakup berbagai gangguan, termasuk penyumbatan pembuluh darah, serangan jantung, hingga stroke.
Dokter bedah jantung asal Georgia, Amerika Serikat, Dr. Jeremy London, sebelumnya membagikan sejumlah makanan dan minuman yang ia hindari untuk menjaga kesehatan jantung. Dikutip dari DailyMailUK, berikut empat di antaranya.
1. Minuman Bersoda dan Minuman Manis
Minuman dengan tambahan gula menjadi salah satu jenis asupan yang perlu dibatasi. Soda berukuran sekitar 350 mililiter, misalnya, dapat mengandung kurang lebih 40 gram gula tambahan.
Jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah tinggi, asupan gula berlebih dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah dan kadar lemak darah.
Sementara itu, minuman bersoda versi diet tidak otomatis menjadi pilihan yang lebih sehat. Produk tersebut umumnya menggunakan pemanis rendah atau tanpa kalori seperti aspartam dan sukralosa.
Sejumlah penelitian telah mengamati kemungkinan hubungan antara konsumsi pemanis buatan dengan masalah kardiovaskular. Namun, hubungan tersebut masih terus diteliti dan tidak berarti setiap konsumsi minuman diet secara langsung menyebabkan penyakit jantung.
2. Makanan Cepat Saji
Burger, kentang goreng, dan berbagai menu restoran cepat saji umumnya memiliki kombinasi tinggi kalori, garam, lemak jenuh, serta gula, tetapi relatif rendah serat dan beberapa nutrisi penting.
Jika dikonsumsi terlalu sering, pola makan seperti ini dapat menyulitkan pengendalian berat badan dan meningkatkan sejumlah faktor risiko kardiovaskular.
Makanan cepat saji juga sering termasuk produk yang telah melalui berbagai tahap pengolahan dan dapat mengandung bahan tambahan seperti pengemulsi, pengental, maupun pewarna.
Dr. London memilih menghindari kelompok makanan tersebut karena menilai makanan yang minim nutrisi tidak memberikan keuntungan berarti bagi kesehatan jantung jika menjadi konsumsi rutin.
3. Produk Susu Tinggi Lemak
Produk susu juga menjadi salah satu kelompok yang perlu diperhatikan, khususnya yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi seperti susu full-fat dan beberapa jenis keju.
Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL pada sebagian orang. Karena itu, konsumsi produk susu tinggi lemak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan secara keseluruhan.
Namun, dampak produk susu terhadap kesehatan jantung tidak sesederhana itu. Sejumlah penelitian justru menemukan bahwa produk susu fermentasi, seperti yogurt, dapat dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Ada pula penelitian yang menunjukkan produk susu full-fat tidak selalu memberikan dampak buruk terhadap jantung. Kandungan protein, kalsium, dan nutrisi lainnya juga perlu dipertimbangkan.
Karena bukti penelitian masih beragam, yang lebih penting adalah memperhatikan jenis produk, ukuran porsi, serta seberapa sering dikonsumsi.
4. Minuman Beralkohol
Alkohol menjadi salah satu jenis minuman yang mendapat perhatian serius dalam kaitannya dengan kesehatan jantung.
Menurut Dr. London, alkohol dapat memberikan dampak negatif pada berbagai organ tubuh. Konsumsi dalam jangka panjang dan jumlah berlebihan dapat merusak otot jantung serta meningkatkan risiko kardiomiopati, yaitu kondisi ketika kemampuan jantung memompa darah mengalami gangguan.
Alkohol juga dapat memengaruhi tekanan darah dan detak jantung. Salah satu mekanismenya berkaitan dengan perubahan hormon stres, termasuk kortisol.
Meski beberapa pedoman sebelumnya menetapkan batas konsumsi tertentu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang sepenuhnya bebas risiko bagi kesehatan.
Tidak Berarti Harus Menghindari Semua Makanan
Makanan dan minuman tersebut tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang langsung “meracuni” jantung setiap kali dikonsumsi. Dampak kesehatan sangat dipengaruhi oleh jumlah, frekuensi, pola makan secara keseluruhan, serta kondisi masing-masing individu.
Untuk membantu menjaga kesehatan jantung, fokus utama sebaiknya diberikan pada pola makan yang kaya sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sumber protein yang baik, dan lemak tak jenuh.
Sementara itu, makanan ultra-proses, minuman tinggi gula, makanan tinggi garam dan lemak jenuh, serta alkohol sebaiknya dibatasi sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.
