
Jakarta – Kopi menjadi minuman andalan banyak orang untuk meningkatkan energi dan konsentrasi di pagi hari. Meski begitu, muncul anggapan bahwa kandungan kafein di dalamnya dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, terutama pada orang yang memiliki diabetes atau resistensi insulin.
Para ahli menjelaskan bahwa pengaruh kopi terhadap gula darah memang ada, tetapi responsnya dapat berbeda pada setiap individu. Cara mengonsumsi kopi juga berperan besar dalam menentukan efek yang muncul.
Dirangkum dari Verywell Health (4/7/2026), berikut penjelasan mengenai hubungan kopi dengan gula darah serta cara menikmatinya dengan lebih aman.
1. Pengaruh Kopi Tidak Sama pada Setiap Orang
Konsumsi kopi memang dapat memengaruhi kadar gula darah, tetapi efeknya bergantung pada banyak faktor.
Ahli gizi terdaftar Candace Pumper dari The Ohio State University Wexner Medical Center menjelaskan bahwa dosis kafein, kondisi metabolisme tubuh, waktu minum kopi, hingga respons biologis masing-masing orang akan menentukan perubahan gula darah setelah mengonsumsi kopi.
Karena itu, sebagian orang mungkin mengalami kenaikan kadar gula darah, sedangkan yang lain tidak merasakan perubahan yang berarti.
2. Kafein Dapat Memengaruhi Kerja Insulin
Kafein menjadi komponen utama yang diduga memengaruhi kadar gula darah.
Senyawa ini dapat merangsang pelepasan hormon stres seperti adrenalin. Hormon tersebut dapat mengurangi sensitivitas insulin sehingga proses pengaturan gula darah menjadi kurang optimal.
Selain itu, tubuh juga dapat melepaskan cadangan glukosa dari hati ke aliran darah sehingga kadar gula darah meningkat sementara, terutama pada orang dengan diabetes tipe 2 atau resistensi insulin.
3. Sebaiknya Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong
Minum kopi sebelum makan membuat kafein diserap tubuh lebih cepat.
Menurut Candace Pumper, kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya lonjakan gula darah dibandingkan jika kopi dikonsumsi setelah makan.
Agar efeknya lebih ringan, kopi sebaiknya diminum setelah sarapan atau bersama camilan yang mengandung protein maupun serat. Cara ini membantu memperlambat penyerapan kafein sekaligus menjaga kadar gula darah lebih stabil.
4. Perhatikan Jenis dan Tambahan pada Kopi
Bukan hanya kafeinnya, bahan tambahan pada kopi juga perlu diperhatikan.
Penggunaan gula, sirup, krimer manis, atau topping tinggi kalori dapat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan gula darah. Bila membutuhkan rasa manis, pemanis rendah kalori seperti stevia, monk fruit, atau allulose dapat menjadi alternatif.
Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, kopi half-caf maupun decaf bisa menjadi pilihan. Selain itu, teh hijau atau teh hitam juga dapat menjadi minuman alternatif dengan kandungan kafein yang lebih rendah.
5. Konsumsi Kopi Tetap Dikaitkan dengan Manfaat Jangka Panjang
Meski kafein dapat menyebabkan kenaikan gula darah dalam waktu singkat, sejumlah penelitian justru menemukan bahwa kebiasaan minum kopi berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.
Profesor Andrew Odegaard dari UC Irvine Joe C. Wen School of Population & Public Health menjelaskan bahwa manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan antioksidan dan senyawa antiradang dalam kopi yang membantu mendukung kesehatan metabolisme.
Karena itu, kopi tidak perlu dihindari sepenuhnya. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, tanpa tambahan gula berlebihan, dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, minuman ini tetap dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.
