
Jakarta – Kerontokan rambut dapat dialami siapa saja dan penyebabnya pun beragam. Faktor keturunan, perubahan hormon, stres, hingga kondisi tertentu bisa memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Namun, asupan makanan sehari-hari juga tidak boleh diabaikan.
Folikel rambut membutuhkan berbagai zat gizi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat termasuk nutrisi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan rambut.
Pola makan yang kurang bergizi dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah, atau terlihat menipis. Karena itu, memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan bergizi dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mempertahankan kesehatan rambut.
Dikutip dari Cosmed Hair Skin, berikut beberapa makanan yang bisa dimasukkan ke dalam menu untuk mendukung kesehatan rambut.
1. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, makarel, dan ikan berlemak lainnya merupakan sumber protein sekaligus asam lemak omega-3.
Lemak sehat tersebut dibutuhkan dalam pola makan seimbang dan dapat membantu mendukung kondisi kulit kepala. Ikan berlemak juga menyediakan vitamin D dan protein yang dibutuhkan tubuh.
Menjadikan ikan sebagai bagian dari menu secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjadi pilihan sumber protein yang baik. Konsumsinya dapat divariasikan dengan cara dikukus, dipanggang, atau dimasak dengan sedikit minyak.
2. Telur
Telur dikenal sebagai makanan yang kaya protein dan mengandung berbagai vitamin serta mineral. Protein sendiri merupakan komponen penting dalam pembentukan keratin, protein utama yang menyusun rambut.
Selain protein, telur juga menyediakan sejumlah nutrisi seperti selenium, zat besi, zinc, dan vitamin B. Kombinasi tersebut membuat telur mudah dimasukkan ke dalam pola makan bergizi.
Telur rebus, telur kukus, atau telur yang dimasak dengan sayuran dapat menjadi pilihan menu sederhana untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
3. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, dan sawi merupakan contoh sayuran hijau yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.
Sayuran tersebut menyediakan zat besi, folat, vitamin A, serta vitamin C. Vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan nabati dengan lebih baik.
Vitamin A berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga kondisi kulit. Menambahkan sayuran hijau ke dalam menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus membuat pola makan lebih beragam.
4. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh, vitamin E, serta berbagai nutrisi lainnya. Lemak sehat merupakan bagian penting dari pola makan seimbang, sedangkan vitamin E memiliki fungsi sebagai antioksidan.
Buah ini cukup mudah dikombinasikan dengan berbagai makanan. Alpukat dapat dinikmati langsung, dijadikan campuran salad, atau digunakan sebagai pelengkap roti.
Meski sehat, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian karena alpukat termasuk buah yang cukup tinggi kalori.
5. Kacang dan Biji-bijian
Almond, kenari, chia seed, biji rami, dan biji labu dapat menjadi pilihan camilan bernutrisi.
Berbagai jenis kacang dan biji-bijian menyediakan lemak sehat, vitamin E, protein, serta mineral seperti zinc. Kenari, misalnya, mengandung asam alfa-linolenat (ALA), salah satu jenis asam lemak omega-3.
Biji labu juga mengandung zinc yang diperlukan tubuh untuk berbagai proses biologis. Namun, karena kacang dan biji-bijian cukup padat kalori, konsumsilah dalam porsi yang wajar.
6. Ubi Jalar
Ubi jalar memiliki kandungan beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan berbagai sel dalam tubuh.
Ubi jalar juga dapat menjadi sumber karbohidrat yang mengenyangkan. Agar tetap menjadi bagian dari menu sehat, cara pengolahannya sebaiknya tidak menggunakan terlalu banyak gula, minyak, atau bahan tambahan tinggi kalori.
Ubi bisa dikukus, direbus, dipanggang, atau dimasukkan ke dalam berbagai hidangan.
Jangan Hanya Mengandalkan Satu Jenis Makanan
Memperbanyak makanan bernutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi tidak ada satu makanan yang secara khusus dapat menjamin rambut terbebas dari kerontokan.
Jika rambut rontok terjadi terus-menerus, sangat banyak, atau disertai penipisan yang semakin jelas, penyebabnya sebaiknya diperiksa. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan faktor hormonal, kekurangan nutrisi tertentu, obat-obatan, stres, maupun masalah kesehatan lainnya.
Karena itu, selain memperbaiki pola makan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menemukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
