
Jakarta – Chia seed menjadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh orang yang menerapkan pola hidup sehat. Meski ukurannya kecil, biji-bijian ini kaya akan nutrisi seperti serat, protein, dan asam lemak omega-3.
Namun, di balik popularitasnya sebagai superfood, chia seed tidak bisa dikonsumsi secara asal. Cara pengolahan dan jumlah konsumsi perlu diperhatikan agar manfaatnya bisa didapat secara maksimal tanpa menimbulkan masalah kesehatan.
Dilansir dari Times of India (19/6/2026), dokter gastroenterologi lulusan Harvard dan Stanford, Dr. Saurabh Sethi, menjelaskan bahwa chia seed memang memiliki berbagai manfaat, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan cara yang tepat.
Berikut panduan mengonsumsi chia seed yang disarankan oleh ahli.
1. Hindari Makan Chia Seed dalam Kondisi Kering
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung mengonsumsi chia seed tanpa direndam terlebih dahulu.
Dr. Sethi menjelaskan bahwa chia seed memiliki kemampuan menyerap cairan dalam jumlah besar dan dapat mengembang beberapa kali lipat dari ukuran awalnya.
Jika dikonsumsi dalam keadaan kering, chia seed dapat menyerap cairan di saluran pencernaan. Dalam kondisi tertentu, biji yang mengembang bisa menyebabkan penyumbatan di kerongkongan dan membutuhkan penanganan medis.
Karena itu, merendam chia seed terlebih dahulu menjadi langkah penting agar teksturnya lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.
2. Rendam Sebelum Dikonsumsi
Cara yang umum disarankan adalah merendam chia seed selama sekitar 15 hingga 30 menit. Setelah terkena air, biji ini akan membentuk lapisan seperti gel yang membuatnya lebih lembut.
Sebagian orang juga memilih merendam chia seed semalaman agar teksturnya lebih mengembang dan siap dikonsumsi keesokan harinya.
Selain membuatnya lebih aman, proses perendaman juga membantu tubuh mencerna chia seed dengan lebih nyaman.
3. Mulai dari Porsi Kecil
Walaupun memiliki banyak kandungan baik, konsumsi chia seed dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Kandungan serat yang tinggi berpotensi memicu perut kembung, produksi gas berlebih, atau sembelit pada sebagian orang.
Dr. Sethi menyarankan pemula mulai dengan jumlah kecil, misalnya sekitar satu sendok teh per hari. Setelah tubuh terbiasa, porsinya dapat ditingkatkan secara perlahan hingga satu sampai dua sendok makan sesuai kebutuhan.
4. Pastikan Asupan Air Mencukupi
Karena kaya serat, chia seed membutuhkan cukup cairan agar dapat bekerja dengan baik dalam sistem pencernaan.
Mengonsumsi chia seed tanpa diimbangi minum yang cukup justru dapat membuat serat sulit bekerja secara optimal dan meningkatkan risiko sembelit.
Para ahli menyarankan untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan harian atau mengonsumsi segelas air saat menikmati chia seed agar manfaatnya lebih maksimal.
5. Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh
Tidak semua orang bisa mengonsumsi chia seed dalam jumlah besar tanpa pertimbangan. Beberapa kondisi kesehatan tertentu perlu mendapat perhatian sebelum menjadikan chia seed sebagai konsumsi rutin.
Dr. Sethi menyebut kandungan asam lemak omega-3 jenis ALA dalam chia seed memiliki efek pengencer darah ringan. Oleh karena itu, orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Selain itu, penderita gangguan ginjal tertentu, alergi terhadap biji-bijian, atau masalah pencernaan sensitif juga perlu berhati-hati.
Jika dikonsumsi dengan cara yang benar, chia seed dapat menjadi tambahan makanan bernutrisi yang membantu memenuhi kebutuhan serat, protein, dan lemak sehat bagi tubuh.
