
Jakarta – Ayam cemani kembali menjadi perhatian publik setelah namanya ramai dikaitkan dengan tradisi sesajen di kawasan Gunung Kawi, Malang. Unggas yang seluruh tubuhnya didominasi warna hitam ini memang kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis dalam budaya masyarakat Jawa.
Meski begitu, para peneliti menjelaskan bahwa keunikan ayam cemani sepenuhnya dapat dijelaskan melalui ilmu genetika. Warna hitam yang menyelimuti hampir seluruh bagian tubuhnya bukan berasal dari unsur supranatural, melainkan akibat mutasi gen tertentu.
Berikut sejumlah fakta menarik mengenai ayam cemani.
1. Termasuk Ras Ayam Asli Indonesia
Ayam cemani berasal dari daerah Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Nama “cemani” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti hitam pekat.
Sejak lama, unggas ini dipelihara oleh masyarakat setempat, baik sebagai hewan ternak maupun sebagai bagian dari berbagai tradisi budaya. Kini ayam cemani juga diakui sebagai salah satu plasma nutfah unggas Indonesia yang memiliki nilai genetik penting.
2. Warna Hitam Disebabkan Faktor Genetik
Keistimewaan ayam cemani terletak pada warna hitam yang tampak hampir di seluruh tubuhnya, mulai dari bulu, kulit, paruh, kaki, hingga sebagian organ dalam.
Fenomena tersebut terjadi akibat kondisi genetik yang dikenal sebagai fibromelanosis, yaitu penyebaran pigmen melanin secara berlebihan pada berbagai jaringan tubuh. Penelitian menunjukkan mutasi pada gen EDN3 (Endothelin 3) menjadi penyebab utama munculnya karakteristik tersebut.
Temuan ini memperlihatkan bahwa warna hitam ayam cemani memiliki penjelasan ilmiah dan tidak berkaitan dengan hal-hal gaib.
3. Bukan Satu-satunya Ayam Berwarna Hitam
Walaupun terkenal karena penampilannya yang unik, ayam cemani bukan satu-satunya ras ayam berwarna hitam di dunia.
Beberapa ras lain seperti Kadaknath dari India, Silkie dari China, dan Svarthöna dari Swedia juga memiliki kondisi fibromelanosis. Meski demikian, ayam cemani dikenal memiliki penyebaran pigmen hitam yang lebih merata sehingga tampilannya terlihat lebih pekat dibandingkan ras lainnya.
4. Kerap Dikaitkan dengan Tradisi dan Kepercayaan
Dalam sejumlah tradisi masyarakat Jawa, ayam cemani sering digunakan sebagai bagian dari ritual adat maupun sesajen. Karena penampilannya yang tidak biasa, muncul berbagai anggapan yang menghubungkannya dengan unsur mistis.
Namun hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ayam cemani memiliki kekuatan supranatural. Para ahli menegaskan bahwa seluruh keunikannya berasal dari faktor genetika, sementara kaitannya dengan ritual merupakan bagian dari tradisi budaya yang berkembang di masyarakat.
5. Dapat Dikonsumsi Seperti Ayam Lain
Meski memiliki warna hitam pada kulit, daging, hingga tulangnya, ayam cemani tetap aman untuk dikonsumsi. Dari sisi kandungan gizi, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan ayam lokal lainnya.
Sebagian orang menilai tekstur daging ayam cemani lebih kenyal dengan cita rasa yang khas. Namun karakter tersebut lebih dipengaruhi oleh usia ayam, pola pemeliharaan, serta cara pengolahannya daripada warna hitam yang dimilikinya.
Karena populasinya terbatas dan memiliki nilai ekonomi tinggi, ayam cemani kini lebih sering dipelihara sebagai ayam hias, indukan, atau koleksi. Harga jualnya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per ekor, tergantung ukuran dan kualitasnya.
