
Jakarta – Kopi tidak hanya soal jenis biji, rasa, atau kadar kafeinnya. Suhu minuman yang dikonsumsi ternyata juga menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan karena diduga berkaitan dengan kondisi tubuh dan kesehatan mental.
Sebuah penelitian dari San Diego State University yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition mengamati hubungan antara kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman panas maupun dingin dengan sejumlah kondisi kesehatan.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 400 orang dewasa sehat di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara suhu minuman dengan beberapa keluhan, termasuk kecemasan, gangguan tidur, rasa kembung, dan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
Meski demikian, penelitian ini masih bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa suhu minuman secara langsung menjadi penyebab munculnya kondisi tersebut.
1. Suhu Minuman dan Kondisi Tubuh
Para peneliti mengumpulkan informasi dari responden melalui survei Healthy Aging Survey. Peserta diminta melaporkan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman panas atau dingin serta kondisi kesehatan yang mereka alami.
Beberapa aspek yang diamati antara lain kecemasan, depresi, insomnia, dan masalah pencernaan. Responden berasal dari kelompok keturunan Asia dan kulit putih dengan jumlah yang relatif seimbang.
Peneliti kemudian memperhitungkan sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi hasil penelitian sebelum melihat hubungan antara suhu makanan atau minuman dan kondisi kesehatan.
2. Minuman Dingin dan Hangat Memberikan Temuan Berbeda
Hasil penelitian menunjukkan adanya pola yang menarik. Pada responden keturunan Asia, kebiasaan mengonsumsi minuman dingin ketika musim panas berkaitan dengan tingkat kecemasan dan rasa tidak nyaman pada perut yang lebih tinggi.
Sementara itu, kelompok responden kulit putih yang lebih sering mengonsumsi minuman panas ketika musim dingin cenderung melaporkan lebih sedikit masalah tidur dan keluhan seperti kembung.
Peneliti juga menemukan perbedaan berdasarkan latar belakang keturunan. Pada responden keturunan Tionghoa, konsumsi makanan atau minuman dingin yang lebih jarang berkaitan dengan lebih sedikit keluhan kesehatan. Hubungan serupa juga terlihat pada responden keturunan India, meski polanya berbeda.
Temuan tersebut tampak lebih kuat pada orang yang memiliki kondisi tangan dingin, yang oleh peneliti disebut dapat berkaitan dengan kondisi sirkulasi tubuh.
3. Mengapa Minuman Hangat Menarik Perhatian?
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman hangat telah lama dikenal dalam sejumlah tradisi kesehatan, termasuk pengobatan tradisional China dan Ayurveda.
Dalam kedua tradisi tersebut, makanan atau minuman dingin kerap dianggap kurang sesuai dalam kondisi tertentu, khususnya ketika cuaca dingin. Sebaliknya, minuman hangat dipercaya dapat membantu tubuh tetap nyaman.
Namun, klaim mengenai manfaat suhu minuman terhadap kesehatan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Studi yang ada sejauh ini menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa minuman dingin secara langsung menyebabkan kecemasan atau gangguan pencernaan.
Karena itu, hasil penelitian sebaiknya tidak dimaknai sebagai larangan untuk mengonsumsi minuman dingin.
4. Berapa Suhu Kopi yang Nyaman Diminum?
Selain berkaitan dengan kondisi tubuh, temperatur juga berpengaruh terhadap cita rasa kopi.
Penelitian pada 2020 yang melibatkan lebih dari 3.000 cangkir kopi dan sekitar 100 orang penikmat kopi menemukan bahwa temperatur air sekitar 68-70 derajat Celsius dapat menjadi titik yang baik dalam proses penyeduhan.
Namun, kopi yang baru diseduh pada temperatur tersebut tentu masih terlalu panas untuk langsung diminum. Ketika temperatur turun hingga sekitar 58-66 derajat Celsius, kopi dinilai lebih nikmat untuk dikonsumsi.
Sementara itu, Sherry Hsu, juara World Brewers Cup 2022, menyebut temperatur sekitar 65 derajat Celsius hingga suhu ruang dapat memberikan pengalaman minum kopi yang nyaman. Pada rentang tersebut, lidah tidak terlalu terbebani panas dan aroma kopi masih dapat dinikmati.
Suhu Kopi Bukan Satu-Satunya Faktor
Pada akhirnya, tidak ada satu temperatur kopi yang wajib diterapkan semua orang. Preferensi, jenis kopi, metode seduh, serta kondisi lingkungan dapat memengaruhi pengalaman minum.
Penelitian mengenai suhu minuman dan kesehatan juga masih berkembang. Jadi, menikmati secangkir kopi hangat boleh saja menjadi bagian dari rutinitas, tetapi tetap penting memperhatikan jumlah konsumsi, waktu minum, serta pola hidup secara keseluruhan.
