
Jakarta – Mikroplastik menjadi salah satu perhatian di bidang kesehatan karena partikel plastik berukuran sangat kecil ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Meski dampaknya terhadap kesehatan masih terus diteliti, para peneliti menyebut paparan mikroplastik dapat diminimalkan dengan beberapa kebiasaan sederhana, terutama saat memilih, mengolah, dan menyimpan makanan.
Mengutip Environmental Working Group (EWG), berikut lima langkah yang dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik dari makanan sehari-hari.
1. Hindari wadah sekali pakai untuk minuman panas
Kopi atau teh yang disajikan dalam gelas sekali pakai, baik berbahan plastik maupun kertas berlapis plastik, berpotensi melepaskan partikel mikroplastik ketika terkena suhu tinggi.
Hal serupa juga ditemukan pada sebagian kantong teh yang menggunakan bahan plastik. Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan tumbler pribadi atau pilih cangkir berbahan keramik maupun kaca saat menikmati minuman panas.
Selain lebih ramah lingkungan, kebiasaan ini juga dapat mengurangi paparan plastik dalam minuman.
2. Kurangi konsumsi air minum kemasan plastik
Sejumlah penelitian menemukan adanya partikel mikroplastik pada air minum dalam botol plastik.
Paparan dapat meningkat ketika botol disimpan di tempat panas atau terkena sinar matahari dalam waktu lama. Oleh karena itu, air yang telah disaring dan disimpan dalam wadah kaca atau botol minum yang aman menjadi pilihan yang lebih baik.
Jika harus menggunakan botol plastik, usahakan tidak membiarkannya terpapar panas berlebihan.
3. Cuci beras sebelum dimasak
Mencuci beras sebelum dimasak tidak hanya membantu menghilangkan debu dan sisa kotoran, tetapi juga dapat mengurangi sebagian partikel mikroplastik yang mungkin menempel selama proses produksi maupun pengemasan.
Selain itu, proses pencucian juga mengurangi sisa pati sehingga nasi menjadi lebih bersih dan siap diolah.
4. Utamakan seafood segar
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk seafood yang telah melalui banyak proses pengolahan cenderung mengandung lebih banyak mikroplastik dibandingkan ikan atau makanan laut segar.
Karena itu, memilih ikan segar dan mengolahnya sendiri di rumah dapat menjadi cara untuk membantu mengurangi paparan mikroplastik sekaligus menjaga kualitas nutrisi makanan.
5. Gunakan wadah yang tepat saat mengolah makanan
Cara menyimpan dan memanaskan makanan juga memengaruhi risiko paparan mikroplastik.
Memanaskan atau membekukan makanan langsung di dalam wadah plastik dapat meningkatkan kemungkinan partikel plastik berpindah ke makanan. Sebagai alternatif, gunakan wadah berbahan kaca atau keramik untuk penyimpanan maupun pemanasan.
Jika menggunakan microwave, pindahkan makanan ke piring atau wadah yang aman untuk dipanaskan. Selain itu, memilih talenan berbahan kayu atau bambu juga dapat membantu mengurangi kemungkinan serpihan plastik tercampur ke dalam makanan.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana tersebut, paparan mikroplastik dari makanan dan minuman dapat diminimalkan. Meski tidak bisa dihindari sepenuhnya, langkah-langkah kecil ini dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat dalam jangka panjang.
