
Jakarta – Telur rebus dikenal sebagai lauk sekaligus camilan yang praktis. Meski begitu, makanan ini tidak boleh disimpan sembarangan karena memiliki batas aman jika dibiarkan berada di suhu ruang.
Setelah melalui proses perebusan, telur kehilangan lapisan pelindung alami pada cangkangnya. Kondisi tersebut membuatnya lebih mudah terpapar bakteri apabila dibiarkan terlalu lama di luar lemari pendingin.
Mengutip Southern Living, telur rebus sebaiknya tidak berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan cukup panas, misalnya saat cuaca terik, batas amannya bahkan hanya sekitar satu jam karena bakteri dapat berkembang jauh lebih cepat.
Berbeda dengan telur mentah yang masih memiliki lapisan pelindung alami, telur rebus lebih rentan mengalami penurunan kualitas. Risiko kontaminasi juga semakin besar apabila cangkangnya sudah dikupas sehingga bagian dalam telur langsung bersentuhan dengan udara.
Karena itu, setelah suhu telur turun, sebaiknya segera simpan di dalam kulkas agar kualitasnya tetap terjaga.
Dalam penyimpanan yang benar di lemari pendingin, telur rebus yang masih bercangkang umumnya dapat bertahan hingga satu minggu. Sementara telur yang sudah dikupas sebaiknya segera dikonsumsi agar rasa dan kualitasnya tetap optimal.
Sebelum dimakan, pastikan telur masih dalam kondisi baik. Jika muncul aroma menyengat, bau asam, atau teksturnya berubah menjadi berlendir maupun tidak normal, sebaiknya telur langsung dibuang karena sudah tidak layak dikonsumsi.
Meski terlihat sederhana, cara menyimpan telur rebus tetap perlu diperhatikan. Mematuhi batas waktu penyimpanan dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang sudah basi.
