
Jakarta – Ruam, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit bisa muncul akibat berbagai faktor. Selain kondisi tubuh dan lingkungan, makanan tertentu juga dapat memicu reaksi alergi pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap bahan pangan tertentu.
Alergi kulit umumnya ditandai dengan munculnya bercak atau ruam kemerahan. Area yang terdampak dapat berada di berbagai bagian tubuh, termasuk lengan, leher, dan wajah.
Respons tersebut terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Dalam makanan, pemicunya dapat berupa protein tertentu, histamin, maupun bahan tambahan.
Karena itu, orang yang sudah mengetahui memiliki alergi terhadap makanan tertentu perlu menghindari bahan pemicu. Dikutip dari Times of India, berikut enam jenis makanan yang dapat menyebabkan atau memperburuk reaksi alergi pada kulit.
1. Telur
Telur merupakan salah satu makanan yang dapat menimbulkan alergi pada individu tertentu. Kandungan protein seperti ovomucoid dan ovalbumin dapat dikenali sistem kekebalan tubuh sebagai zat yang memicu reaksi.
Pada orang yang sensitif, konsumsi telur dapat menyebabkan gejala seperti gatal-gatal dan eksim pada kulit.
2. Susu Sapi
Produk susu sapi juga perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki alergi terhadap protein susu. Dua protein yang sering dikaitkan dengan reaksi alergi adalah kasein dan whey.
Respons imun terhadap protein tersebut dapat memunculkan berbagai gejala, termasuk gangguan pada kulit berupa rasa gatal atau eksim.
3. Kacang-kacangan
Alergi terhadap kacang termasuk jenis alergi makanan yang cukup dikenal. Kacang tanah, kedelai, dan beberapa jenis kacang lainnya mengandung protein yang dapat memicu respons imun pada orang tertentu.
Gejala yang muncul bisa berupa ruam dan gatal pada kulit. Dalam kondisi yang berat, reaksi alergi kacang juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan berpotensi menjadi kondisi serius.
4. Ikan
Tidak hanya seafood bercangkang, ikan juga dapat menjadi sumber alergen bagi sebagian orang.
Protein tertentu pada ikan, seperti parvalbumin dan tropomiosin, dapat memicu respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh.
Reaksi tidak selalu terjadi setelah ikan dimakan. Pada orang yang sangat sensitif, paparan uap atau asap ketika ikan sedang dimasak juga berpotensi menimbulkan gejala. Hal ini dapat terjadi karena protein ikan dapat terlepas ke udara selama proses memasak.
5. Kerang dan Seafood Bercangkang
Kerang serta makanan laut bercangkang lainnya diketahui dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap protein di dalamnya.
Gejala yang muncul dapat berupa rasa gatal, ruam, atau reaksi kulit lainnya. Waktu munculnya gejala juga tidak selalu sama. Pada sebagian orang, reaksi dapat muncul tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sementara pada lainnya bisa membutuhkan waktu.
6. Biji Wijen
Wijen sering digunakan sebagai taburan maupun pelengkap berbagai makanan. Selain memberikan rasa gurih, biji kecil ini juga mengandung protein yang dapat menjadi pemicu alergi pada orang tertentu.
Ketika tubuh mengenali protein wijen sebagai ancaman, sistem imun dapat menghasilkan antibodi IgE. Proses tersebut kemudian dapat memicu pelepasan histamin dan zat kimia lainnya sehingga muncul reaksi alergi.
Kenali Makanan Pemicu
Tidak semua orang akan mengalami alergi setelah mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Reaksi sangat bergantung pada sensitivitas masing-masing individu.
Jika seseorang mengalami ruam, gatal, atau gejala lain secara berulang setelah mengonsumsi makanan tertentu, penting untuk memperhatikan pola tersebut dan mencari tahu kemungkinan pemicunya.
Bagi orang yang sudah mengetahui memiliki alergi makanan, menghindari bahan pemicu merupakan langkah penting untuk mencegah reaksi kembali muncul atau menjadi lebih berat.
