
Jakarta – Durian sering menjadi buah yang menuai pro dan kontra. Aromanya yang kuat serta anggapan mengenai kandungan kalorinya membuat buah ini kerap dikonsumsi dengan penuh pertimbangan. Padahal, di balik rasanya yang khas, durian juga memiliki sejumlah kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang menarik untuk diteliti.
Dr. Dan Gubler, Ph.D., seorang ahli kimia organik, pernah membahas sejumlah potensi manfaat durian melalui akun Instagramnya. Beberapa manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan antioksidan, karbohidrat, serat, dan senyawa alami lainnya.
Berikut beberapa potensi manfaat durian yang perlu diketahui:
1. Menyediakan Energi
Durian mengandung karbohidrat yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi. Buah ini mengandung beberapa jenis gula, termasuk sukrosa, glukosa, dan fruktosa.
Karbohidrat tersebut dapat diolah tubuh menjadi energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain karbohidrat, durian juga mengandung serat yang dapat membantu mendukung fungsi sistem pencernaan.
2. Mengandung Antioksidan
Durian menyediakan berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan, seperti flavonoid, glutathione, asam kafeat, quercetin, dan karotenoid.
Antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan tersebut membuat durian menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan perlindungan sel dan kesehatan tubuh secara umum.
3. Berpotensi Mendukung Keseimbangan Hormon
Durian juga mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa dari tumbuhan yang memiliki struktur atau aktivitas yang menyerupai estrogen.
Beberapa penelitian mengenai fitoestrogen menunjukkan potensi senyawa tersebut dalam memengaruhi keseimbangan hormon. Namun, klaim bahwa durian dapat mengobati PCOS masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat dan tidak sebaiknya dijadikan pengganti pengobatan medis.
4. Dikaitkan dengan Perlindungan terhadap Kanker
Kandungan flavonoid dalam durian menjadi salah satu alasan buah ini diteliti terkait kesehatan sel. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melawan efek radikal bebas.
Sejumlah penelitian awal juga mengeksplorasi potensi senyawa dalam durian terhadap perkembangan sel kanker. Namun, hal ini tidak berarti mengonsumsi durian dapat mencegah atau mengobati kanker secara langsung. Penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
5. Bisa Memengaruhi Suasana Hati
Bukan hanya kandungan nutrisinya, aroma durian yang khas juga menarik perhatian peneliti. Aroma yang kuat dapat memicu respons sensorik dan emosional melalui sistem penciuman yang terhubung dengan area otak yang berkaitan dengan emosi dan memori.
Pada sebagian orang, aroma durian mungkin menimbulkan perasaan menyenangkan, sementara bagi orang lain justru sebaliknya. Karena itu, efek terhadap suasana hati sangat mungkin berbeda pada setiap individu.
Pada akhirnya, durian tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Berbagai klaim manfaat kesehatan sebaiknya dipahami sebagai potensi berdasarkan kandungan nutrisi dan hasil penelitian, bukan sebagai bukti bahwa durian dapat menyembuhkan penyakit tertentu.
