
Jakarta – Selama ini biji pepaya sering dianggap sebagai bagian buah yang tidak berguna sehingga langsung dibuang. Padahal, bagian kecil berwarna hitam tersebut ternyata memiliki sejumlah kandungan yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah tepat.
Saat menyantap pepaya, kebanyakan orang hanya mengambil bagian daging buahnya. Sementara bijinya yang memiliki tekstur berlendir dan rasa cukup kuat biasanya tidak ikut dimakan.
Namun, melalui sebuah video yang dibagikan oleh dokter Dion Haryadi, disebutkan bahwa biji pepaya memiliki beberapa senyawa alami yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Dalam penjelasannya, biji pepaya diketahui mengandung enzim papain dan senyawa karpain. Kedua komponen tersebut dikaitkan dengan aktivitas antimikroba dan antioksidan, serta berpotensi membantu menjaga kesehatan pencernaan, termasuk melawan parasit tertentu di usus.
“Biji pepaya punya kandungan bioaktif yang memang punya sifat antimikroba dan antioksidan, tapi semua itu tergantung dosis,” jelas dr. Dion.
Meski memiliki potensi manfaat, konsumsi biji pepaya tetap perlu memperhatikan jumlahnya. Menurut dr. Dion, mengonsumsi dalam porsi kecil atau sesekali masih tergolong aman, tetapi jumlah yang terlalu banyak justru dapat memberikan efek negatif bagi tubuh.
Ia mengingatkan bahwa makanan yang memiliki manfaat sekalipun tetap dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi secara berlebihan.
“Makan secara moderat harusnya nggak masalah dan bisa bermanfaat, tapi ketika dikonsumsi berlebihan, (biji pepaya) bisa aja memunculkan masalah kesehatan,” tambahnya.
Salah satu risiko dari konsumsi biji pepaya berlebihan berkaitan dengan sistem pencernaan. Kandungan zat aktif di dalamnya dapat mengganggu kerja lambung dan usus apabila masuk ke tubuh dalam jumlah terlalu tinggi.
Karena itu, biji pepaya tidak disarankan menjadi makanan harian dalam jumlah besar. Penggunaannya sebaiknya tetap dibatasi dan tidak dianggap sebagai pengganti makanan sehat lainnya.
Selain gangguan pencernaan, beberapa penelitian pada hewan juga menemukan bahwa konsumsi ekstrak atau biji pepaya dalam dosis tinggi berpotensi memengaruhi sistem reproduksi, terutama terkait kualitas sperma. Meski hasil tersebut belum terbukti secara langsung pada manusia, temuan ini menjadi pertimbangan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Dr. Dion juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menganggap biji pepaya sebagai makanan super yang harus dikonsumsi sebanyak-banyaknya.
“Jika pada narasinya biji pepaya ini sesuatu yang sangat bagus dan bermanfaat, dikhawatirkan orang-orang mengonsumsinya secara berlebihan,” ujarnya.
Dengan demikian, biji pepaya tetap dapat dikonsumsi sebagai tambahan, tetapi jumlah dan frekuensinya perlu diperhatikan agar manfaatnya tetap optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
