
Jakarta – Menjaga kesehatan hati bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh setiap hari. Beberapa jenis makanan dan minuman, terutama jika terlalu sering dikonsumsi, dapat membuat kerja hati menjadi lebih berat.
Hati atau liver merupakan organ penting yang menjalankan berbagai fungsi vital. Selain membantu menyimpan energi dalam bentuk glikogen, hati dapat mengubah cadangan tersebut menjadi glukosa ketika tubuh membutuhkannya.
Organ ini juga berperan dalam menyaring darah dan memproses berbagai zat yang masuk ke tubuh, termasuk alkohol, obat-obatan, serta senyawa yang berpotensi membahayakan.
Karena itu, pola makan sehari-hari turut menentukan kesehatan hati. Dikutip dari EatingWell, berikut sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
1. Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji memang mudah ditemukan dan praktis disantap. Namun, kandungan nutrisinya perlu diperhatikan, terutama jika jenis makanan ini menjadi menu rutin.
Menurut ahli, makanan cepat saji dapat menjadi kombinasi yang kurang baik bagi hati karena biasanya mengandung karbohidrat olahan, lemak tidak sehat, serta natrium dalam jumlah tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, pola makan seperti ini dapat berkontribusi terhadap gangguan metabolisme yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan hati.
2. Daging Olahan
Sosis, smoked beef, dan berbagai produk daging olahan lainnya sering dipilih karena praktis serta memiliki rasa yang kuat.
Di balik kepraktisannya, makanan tersebut umumnya mengandung cukup banyak natrium, lemak jenuh, dan bahan pengawet. Konsumsi berlebihan dapat berkaitan dengan resistensi insulin dan sindrom metabolik, yaitu kondisi yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah dan lemak.
Gangguan metabolisme yang berlangsung dalam jangka panjang dapat meningkatkan penumpukan lemak di hati. Kondisi tersebut kemudian dapat berkaitan dengan peradangan dan peningkatan risiko penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik.
3. Makanan Ultra Olahan
Makanan ultra olahan atau ultra-processed food melewati berbagai tahapan pemrosesan dan sering kali dibuat dengan menggunakan bahan hasil ekstraksi, zat tambahan, pemanis, pewarna, perasa, maupun pengawet.
Produk semacam ini memang menawarkan kemudahan karena biasanya siap dikonsumsi. Namun, kandungannya sering kali rendah serat dan tinggi gula tambahan, garam, karbohidrat olahan, serta lemak jenuh.
Kombinasi tersebut dapat mendorong penumpukan lemak di hati. Pola konsumsi makanan ultra olahan yang tinggi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit hati berlemak, fibrosis, hingga sirosis.
Sebagai gantinya, pola makan dapat lebih banyak mengutamakan sumber serat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari bahan pangan yang lebih utuh.
4. Makanan yang Digoreng
Gorengan dan berbagai makanan yang dimasak dengan banyak minyak juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Makanan yang digoreng dapat mengandung lemak jenuh, lemak trans, serta kolesterol dalam jumlah cukup tinggi. Kondisi tersebut dapat menambah beban pada proses metabolisme yang dilakukan hati.
Selain itu, minyak yang telah mengalami oksidasi dapat berkaitan dengan stres oksidatif dan proses peradangan pada jaringan hati.
Jika berlangsung dalam waktu lama dan disertai pola makan yang tidak sehat secara keseluruhan, penumpukan lemak serta peradangan dapat berkontribusi terhadap kerusakan hati dan penurunan fungsinya.
5. Alkohol
Alkohol merupakan salah satu jenis minuman yang perlu mendapat perhatian khusus karena hati bertugas memecah dan memproses alkohol beserta produk sampingannya.
Asupan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan hati bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko terjadinya peradangan. Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol yang tinggi dapat berkaitan dengan penyakit hati berlemak, kerusakan hati, hingga kanker hati.
Hati juga tidak terbebas dari risiko hanya karena jenis alkohol yang diminum berbeda. Bir, wine, maupun minuman beralkohol lainnya sama-sama mengandung alkohol yang perlu diproses oleh hati.
Karena itu, membatasi atau menghindari alkohol merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan organ tersebut.
Pada akhirnya, menjaga hati tidak cukup hanya dengan menghindari satu jenis makanan. Pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan dengan memperbanyak makanan kaya serat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral, serta membatasi makanan tinggi gula tambahan, garam, dan lemak tidak sehat.
