
Jakarta – Eksperimen diet ekstrem dilakukan Jake Moscato, mantan atlet yang kini aktif sebagai YouTuber. Selama sekitar 60 hari, ia mencoba menjalani pola makan yang hampir seluruhnya terdiri dari daging merah.
Jake mengonsumsi berbagai jenis daging, mulai dari sapi hingga domba. Ia mengaku menjalani tantangan tersebut karena ingin mengetahui bagaimana perubahan tubuhnya jika sebagian besar makanan yang dikonsumsi hanya berasal dari daging.
Namun, perjalanan diet tersebut ternyata tidak selalu berjalan mulus. Pada awal eksperimen, Jake merasa pola makan itu cukup mudah dijalani. Tak lama kemudian, ia justru mengalami sejumlah keluhan, termasuk nyeri dada, serangan panik, hingga gangguan mental.
Memasuki minggu kedua, rasa bosan mulai muncul karena harus menyantap makanan yang hampir sama setiap hari. Ia bahkan sempat beberapa kali keluar dari aturan diet sebelum akhirnya kembali menjalankan tantangan tersebut.
Dilansir dari Ladbible, kondisi mulai terasa lebih mudah setelah Jake melewati bulan pertama. Ia kemudian memberikan sedikit variasi pada pola makannya dengan menambahkan buah, telur, serta daging babi. Aktivitas olahraga juga tetap dilakukan selama eksperimen berlangsung.
“Saya pikir menjaga 95 sampai 97 persen dari diet dengan daging merah masih bisa ditoleransi. Sisanya bisa ditambah sedikit buah atau telur, itu tidak akan membahayakan,” ujar Jake.
Berat badan turun dan massa otot bertambah
Setelah menyelesaikan eksperimen selama 60 hari, Jake menunjukkan perubahan fisik yang cukup terlihat. Tubuhnya tampak lebih ramping dengan massa otot yang meningkat.
Ia mengklaim berhasil menambah sekitar 2,7 kilogram massa otot. Perubahan terutama terlihat pada bagian lengan dan dada.
Di sisi lain, persentase lemak tubuhnya turun dari 16 persen menjadi 14,6 persen. Berat badannya juga mengalami penurunan, dari semula 94 kilogram menjadi 91,5 kilogram.
Jake turut melaporkan sejumlah perubahan pada hasil pemeriksaan tubuhnya. Kadar testosteronnya disebut meningkat dari 748 menjadi 800, sementara kadar insulin tetap rendah. Ia juga mengaku mengalami peningkatan kadar zat besi.
Meski hasil eksperimen tersebut tampak menarik, pola makan yang dijalani Jake tetap mendapat sorotan dari kalangan medis.
Ahli ingatkan bahaya diet hanya mengandalkan daging
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa diet karnivor yang mengandalkan konsumsi daging dalam jumlah besar bukanlah pola makan yang dianjurkan untuk jangka panjang.
Pola makan tinggi daging merah berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan dikaitkan dengan risiko penyakit jantung serta stroke. British Heart Foundation juga menyatakan belum ada bukti ilmiah konsisten yang membuktikan bahwa diet yang berfokus pada daging merah memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Penurunan berat badan yang dialami Jake pun belum tentu semata-mata disebabkan oleh konsumsi daging merah. Pembatasan terhadap berbagai jenis makanan lain juga dapat membuat jumlah kalori yang dikonsumsi menjadi lebih rendah.
Sementara itu, NHS atau Layanan Kesehatan Nasional Inggris menyarankan masyarakat menerapkan pola makan yang lebih seimbang dengan mengonsumsi beragam jenis makanan, termasuk buah dan sayuran.
Konsumsi daging merah secara berlebihan juga menjadi perhatian dalam sejumlah penelitian mengenai kesehatan otak. Menggantinya dengan sumber protein yang lebih sehat disebut dapat membantu menurunkan risiko gangguan kognitif dan demensia di masa mendatang.
Jadi, meskipun transformasi tubuh Jake setelah 60 hari terlihat mengesankan, hasil eksperimen pribadi tersebut belum bisa dijadikan bukti bahwa diet yang hampir sepenuhnya mengandalkan daging merah aman atau efektif untuk semua orang.
