
Jakarta – Anemia dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, lemas, hingga pusing saat berdiri atau mengubah posisi secara tiba-tiba. Untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, penderita anemia perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika kadarnya rendah, pasokan oksigen menjadi berkurang sehingga memicu berbagai gejala, termasuk rasa kliyengan.
Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan yang kaya zat besi dan nutrisi pendukung pembentukan sel darah merah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
Dirangkum dari Spectrum Health, berikut beberapa makanan yang dianjurkan untuk penderita anemia.
1. Daging Merah
Daging merah merupakan salah satu sumber zat besi heme yang paling mudah diserap tubuh. Kandungan ini berperan penting dalam pembentukan hemoglobin sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian.
Tak hanya itu, daging merah juga mengandung protein berkualitas tinggi serta vitamin B12 yang mendukung produksi sel darah merah dan membantu menjaga stamina tubuh. Konsumsinya tetap disarankan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.
2. Jeroan
Hati sapi, hati ayam, maupun ginjal termasuk bahan pangan yang kaya akan zat besi. Meski tidak semua orang menyukai rasanya, jeroan mengandung nutrisi yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin.
Selain zat besi, jeroan juga menyediakan vitamin A, folat, serta berbagai mineral penting yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah. Mengonsumsinya sesekali dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan zat besi.
3. Daging Unggas
Ayam dan kalkun juga menjadi sumber zat besi heme yang baik, terutama pada bagian daging yang berwarna lebih gelap seperti paha.
Selain lebih rendah lemak dibanding beberapa jenis daging merah, unggas juga mengandung protein dan vitamin B kompleks yang berperan dalam metabolisme energi serta mendukung pembentukan sel darah merah.
4. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam dan sejenisnya mengandung zat besi non-heme yang tetap bermanfaat bagi penderita anemia.
Agar penyerapannya lebih optimal, sayuran ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C, misalnya tomat, paprika, atau buah jeruk. Selain zat besi, sayuran hijau juga menyediakan serat, vitamin, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
5. Tahu dan Tempe
Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang mudah diperoleh sekaligus mengandung zat besi non-heme. Kedua makanan ini cocok menjadi pilihan bagi vegetarian maupun siapa saja yang ingin menambah variasi menu harian.
Mengolah tahu atau tempe bersama bahan makanan yang mengandung vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Selain mendukung pembentukan sel darah merah, keduanya juga menjadi sumber protein yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Meski makanan di atas dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi, penderita anemia tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab anemia dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup, serta terapi yang tepat tetap menjadi bagian penting dalam mengelola kondisi ini.
