
Jakarta – Menjaga kesehatan otak tidak hanya dilakukan dengan latihan mental, tetapi juga melalui pola makan sehari-hari. Sejumlah makanan kaya nutrisi diketahui dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif sekaligus menurunkan risiko demensia seiring bertambahnya usia.
Demensia menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak ditemui pada lansia. Karena itu, berbagai penelitian menyoroti pentingnya asupan makanan bergizi sebagai salah satu langkah pencegahan sejak usia produktif.
Banyak bahan makanan yang mudah ditemukan ternyata mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan melindungi sel-sel otak. Konsumsi secara rutin diyakini dapat membantu menjaga daya ingat dan memperlambat penurunan fungsi kognitif.
Mengutip Woman’s World, berikut lima makanan yang dinilai baik untuk mendukung kesehatan otak.
1. Almond
Almond merupakan salah satu kacang yang kaya vitamin E, antioksidan yang membantu melindungi sel saraf dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi ini dikaitkan dengan kemampuan menjaga daya ingat dan memperlambat penurunan fungsi otak.
Selain almond, vitamin E juga banyak ditemukan pada walnut, hazelnut, serta biji bunga matahari. Mengonsumsi sekitar satu genggam kecil atau kurang lebih 28 gram almond setiap hari dapat menjadi pilihan camilan yang menyehatkan.
2. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, hingga selada romaine termasuk kelompok sayuran yang kaya folat dan vitamin B6. Kedua nutrisi tersebut membantu mengendalikan kadar homosistein, senyawa yang jika terlalu tinggi dapat berdampak buruk terhadap fungsi kognitif.
Para ahli menyarankan mengonsumsi sekitar dua porsi sayuran hijau setiap hari. Sayuran ini dapat diolah menjadi salad, ditumis, atau dicampurkan ke dalam smoothie agar lebih praktis dikonsumsi.
3. Kacang Hitam
Kacang hitam menjadi sumber vitamin B, folat, serta serat yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem saraf. Kandungan gizinya mendukung fungsi memori sekaligus membantu menjaga performa otak tetap optimal.
Agar manfaatnya maksimal, kacang hitam dapat dikonsumsi sekitar setengah cangkir per hari. Bahan ini cocok ditambahkan ke dalam sup, salad, ataupun dijadikan pelengkap berbagai hidangan.
4. Blueberry dan Anggur Ungu
Buah berwarna biru dan ungu mengandung antosianin, yaitu antioksidan yang membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif.
Blueberry maupun anggur ungu segar menjadi pilihan yang lebih baik dibanding jus dengan tambahan gula. Jika memilih jus, pastikan tanpa pemanis tambahan. Sebagai alternatif, konsumsi sekitar satu cangkir blueberry atau setengah cangkir anggur sebagai camilan harian.
5. Susu Kedelai
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati yang juga mengandung berbagai senyawa antioksidan. Minuman ini dipercaya membantu menjaga kesehatan otak dengan mengurangi proses inflamasi dan stres oksidatif yang dapat merusak jaringan saraf.
Pilihlah susu kedelai tanpa tambahan gula agar manfaatnya lebih optimal. Menggantikan satu porsi susu harian dengan susu kedelai dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk melengkapi pola makan sehat.
Menjaga kesehatan otak tidak harus melalui makanan mahal. Dengan memperbanyak konsumsi kacang-kacangan, sayuran hijau, buah kaya antioksidan, dan sumber protein nabati sebagai bagian dari pola makan seimbang, risiko penurunan fungsi kognitif dapat ditekan sejak dini.
