
Jakarta – Secangkir kopi pada malam hari sering menjadi penyelamat bagi mereka yang harus tetap terjaga, seperti pekerja shift, mahasiswa, atau tenaga medis. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu mengonsumsi kafein ternyata dapat memengaruhi perilaku seseorang dengan cara yang tidak terduga.
Sebuah studi mengungkap bahwa konsumsi kafein pada malam hari berpotensi meningkatkan kecenderungan bertindak impulsif. Efek tersebut bahkan berbeda dengan ketika kopi diminum pada siang hari.
Mengutip Deccan Herald, berikut penjelasan hasil penelitian tersebut.
1. Studi Meneliti Dampak Kafein pada Malam Hari
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Texas at El Paso, Amerika Serikat, berfokus pada pengaruh waktu konsumsi kafein terhadap perilaku.
Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi atau sumber kafein lain menjelang waktu tidur dapat memicu peningkatan perilaku impulsif. Para peneliti menilai bahwa bukan hanya jumlah kafein yang berpengaruh, tetapi juga waktu saat kafein dikonsumsi.
Temuan ini dinilai penting terutama bagi orang-orang yang rutin bekerja hingga larut malam atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.
2. Eksperimen Menggunakan Lalat Buah
Untuk menguji hipotesis tersebut, peneliti menggunakan Drosophila melanogaster, spesies lalat buah yang sering dipakai dalam penelitian biologi karena memiliki sistem saraf dengan sejumlah kemiripan terhadap manusia.
Lalat-lalat tersebut diberi paparan kafein pada waktu yang berbeda, yaitu siang hari, malam hari, dan dalam kondisi kurang tidur. Setelah itu, perilaku mereka diamati saat menghadapi rangsangan berupa hembusan angin yang biasanya dihindari.
3. Kafein Malam Membuat Perilaku Lebih Berisiko
Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan perilaku pada kelompok yang menerima kafein pada malam hari.
Biasanya lalat akan berhenti atau menghindar ketika terkena hembusan angin. Namun, setelah mengonsumsi kafein pada malam hari, mereka justru terus bergerak dan tampak lebih berani mengambil risiko.
Peneliti juga mencatat peningkatan kecepatan gerak yang cukup signifikan. Beberapa lalat bahkan mampu bergerak lebih dari 60 milimeter per detik, menunjukkan aktivitas yang jauh lebih agresif dibanding kelompok lainnya.
4. Bukan Semata-Mata Akibat Kurang Tidur
Menariknya, para peneliti menyimpulkan bahwa perilaku impulsif tersebut tidak muncul hanya karena kurang tidur ataupun peningkatan aktivitas fisik.
Kafein yang dikonsumsi pada malam hari diduga mengganggu kemampuan sistem saraf dalam mengendalikan gerakan dan merespons bahaya. Sebaliknya, ketika dikonsumsi pada siang hari, efek yang muncul tidak sama.
Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya hubungan antara konsumsi kafein dan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
5. Efek Lebih Besar pada Lalat Betina
Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan respons berdasarkan jenis kelamin. Lalat betina memperlihatkan peningkatan perilaku impulsif yang lebih tinggi dibandingkan lalat jantan.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menduga kemungkinan efek serupa dapat terjadi pada manusia, khususnya perempuan yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kafein pada malam hari. Namun, mereka menegaskan bahwa hal tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan karena studi ini baru dilakukan pada hewan.
Selain itu, beberapa penelitian lain juga mengaitkan konsumsi kafein berlebihan dengan meningkatnya kecenderungan melakukan perilaku berisiko, terutama pada remaja dan orang dewasa muda.
Karena itu, jika ingin tetap mengonsumsi kopi, para ahli menyarankan untuk memperhatikan waktu minumnya. Membatasi asupan kafein pada malam hari dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas tidur sekaligus mengurangi potensi dampak terhadap perilaku dan fungsi otak.
