
Jakarta – Penumpukan lemak viseral di area perut tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Selain rutin berolahraga, pola makan yang kaya sayuran menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi lemak di sekitar organ dalam tersebut.
Beberapa jenis sayuran diketahui mengandung serat, antioksidan, dan senyawa antiradang yang mendukung metabolisme, membantu rasa kenyang lebih lama, serta berperan dalam pengelolaan berat badan.
Mengutip Eating Well (3/7), berikut lima sayuran yang dapat menjadi bagian dari menu sehat untuk membantu mengurangi lemak perut.
1. Bayam
Bayam merupakan sayuran hijau yang kaya akan karotenoid, seperti lutein, zeaxanthin, dan beta karoten. Senyawa antioksidan tersebut berperan membantu melawan peradangan sekaligus mendukung penurunan penumpukan lemak viseral.
Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada bayam membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga membantu mengontrol asupan kalori harian.
2. Kembang kol
Sebagai anggota kelompok sayuran cruciferous, kembang kol mengandung glukosinolat yang akan berubah menjadi sulforaphane saat dikunyah.
Sulforaphane dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin dan penurunan peradangan, dua faktor yang berperan dalam mengurangi risiko penumpukan lemak di area perut. Brokoli juga menawarkan manfaat serupa karena kaya serat dan rendah kalori.
3. Artichoke
Artichoke dikenal sebagai salah satu sayuran dengan kandungan serat yang tinggi. Nutrisi ini membantu memperpanjang rasa kenyang sehingga dapat mengurangi keinginan makan berlebihan.
Serat pada artichoke juga mendukung kesehatan mikrobiota usus, yang diketahui memiliki kaitan dengan pengaturan berat badan. Satu buah artichoke berukuran sedang mengandung sekitar 7 gram serat dengan kalori yang relatif rendah, yakni sekitar 65 kalori.
4. Kol ungu
Kol ungu mengandung antosianin, pigmen alami yang memberi warna ungu kemerahan sekaligus bertindak sebagai antioksidan.
Beberapa penelitian mengaitkan antosianin dengan berkurangnya lemak viseral melalui perannya dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Selain kol ungu, makanan fermentasi seperti kimchi juga dapat menjadi pilihan karena mengandung probiotik yang baik bagi kesehatan saluran cerna.
5. Brussels sprouts
Brussels sprouts juga termasuk sayuran cruciferous yang kaya sulforaphane dan karotenoid. Kombinasi kedua senyawa tersebut diyakini membantu mengurangi peradangan sekaligus mendukung pengelolaan lemak viseral.
Tak hanya itu, kandungan seratnya yang tinggi membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung pola makan yang lebih terkontrol. Konsumsi sayuran ini secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung.
